Posts

Showing posts from October, 2020

Waruga, Warisan Budaya Benda

Dalam buku ‘Penguasa Dinasti Han, Leluhur Minahasa, Weliam H. Boseke memberikan data tambahan selain analisis bahasa dengan metode ‘Linguistik Komparatif’.  Data yang dimaksud adalah ‘Waruga’ yang kini disebut kuburan kuno. Keberadaan Waruga masih terlihat hingga kini di beberapa tempat di Minahasa. Weliam H. Boseke menjelaskan sedikit tentang waruga sebagai data untuk memperkuat temuannya bahwa leluhur Minahasa berasal dari Dinasti Han.  Disebutkan bahwa kata Waruga dalam bahasa Minahasa memiliki kesamaan dengan kata yang ada di Tiongkok, yakni “Waruge’.  Selain itu ciri-ciri fisik juga memiliki kesamaan.  Akan tetapi dalam sebuah diskusi informal, ada seseorang menyangga argumen dari Weliam H. Boseke tersebut dengan menyatakan bahwa Waruga itu berada di masa era sejarah 1000 SM, sedangkan dinasti Han berada di era sejarah 202 SM. Dengan demikian Minahasa  sudah jauh lebih tua dari Dinasti Han. Jadi sangat tidak mendukung kesimpulan temuan itu.  Argumen it...

MENYINGKAP RAHASIA KEUNGGULAN ORANG MINAHASA DOELOE

Orang Minahasa sudah lama diakui fenomenal positif oleh kalangan di luar mereka. Terutama pada era akhir abad XIX sampai lima dekade awal abad XX [meski itupun sebetulnya hanya tinggal sisa-sisa peradaban dari sistem budayanya]. Mereka leading dalam hampir semua bidang dan sektor kehidupan masyarakat. Menjuarai hampir semua cabang olahraga, merajai hampir semua cabang produksi dunia industri modern, mengajar Bahasa Melayu di daerah-daerah yang justru merupakan asal bahasa tersebut (Riau, Sumatera Selatan, dan lain-lain), menjadi pemimpin pasukan yang diandalkan di setiap front pertempuran. Pada 1920-1930an ada sampai puluhan penyair di Minahasa yang sudah menulis dengan gaya yang nanti tahun 1940an terkenal sebagai aliran Nieuw-Zakelijkheid (Kelugasan Baru) oleh Chairil Anwar cs. Nona Kandou dalam usia belasan sudah menjadi wakil Hindia-Belanda, bersama Ki Hajar Dewantoro, sebagai pemakalah dalam Kongres Pendidikan seluruh negara-negara persemakmuran Kerajaan Nederland; Andi Mamesah ad...

Fenomena Pahkampetan di Minahasa dalam Terang Iman Kristiani

Fenomena Pahkampetan di Minahasa dalam Terang Iman Kristiani ________ "Aktivitas menghaturkan atau membagikan 'sajian pencuci mulut' atau 'lemaen' bagi para leluhur Minahasa disebut 'maweteng' (Han: ma wei teng), dan sekarang aktivitas ini sudah dipersingkat dengan istilah "baator" (mengatur), tentunya dalam praktiknya merupakan tindak ritual membagikan sesajian itu. Nah, ritual ini sepantasnya dimaknai sebagai ungkapan hormat dan cinta keturunan yang memiliki hubungan batin dengan arwah para leluhur (yang hebat) di masa lalu bukan malah (dianggap) mengkultuskan mereka mereka sedemikian rupa, atau malah seolah sama atau melebihi kuasa Sang Pencipta sendiri."  Demikian penegasan Weliam H. Boseke yang menanggapi mispersepsi dan bahkan cemooh terhadap tindak ritual adat yang mulai diminati kembali oleh banyak kalangan termasuk kaum muda Minahasa setelah sekian lama pernah tersisih di tanah leluhur sendiri, terutama sejak zaman pendidikan sekular...

Antara Roman Sejarah dan Catatan Sejarah Tiga Kerajaan (Sam Kok)

Roman dan Sejarah (Tanggapan atas pertanyaan tentang sumber referensi utama buku Penguasa Dinasti Han, Leluhur Minahasa karya Weliam H. Boseke)  _______ Dalam sebuah seminar zoom yang diselenggarakan organisasi KKK (Kerukunan Keluarga Kawanua) tentang temuan sejarah ‘Leluhur Orang Minahasa berasal dari Dinasti Han’ oleh Weliam Boseke, intelektual otodidak, muncul satu pertanyaan sederhana namun penting untuk dibahas. Bagi saya, pertanyaan ini dapat menjadi pemantik membuka cakrawala berpikir menggapai terang kebenaran. Pertanyaan itu terkait pemakaian sumber rujukan yang dipakai sang penulis (peneliti dan penemu), seolah diasumsikan bahwa naskah sejarah dipertentangkan secara ekstrim dengan naskah roman sejarah. Mengapa buku 三國演義 Sān Guó Yăn Yi  atau lebih dikenal The Romance of Three Kingdom (selanjutnya disingkat SGYI-RTK) karya Luo Guan Zhong justru lebih ditonjolkan atau dipakai dalam penulisan, daripada buku 三國志 Sān Guó Zhi yang berarti Catatan Sejarah tentang T...

Ada apa dengan Kisah Leluhur Pertama Minahasa?

Menurut mereka yang pernah mengumpulkan dan membacanya, dikuatkan oleh pejabat di Dinas Perpustakaan Sulawesi Utara, cerita Lumimuut~Toar sebagai kisah manusia pertama Minahasa ini berjumlah kurang lebih 100 versi. Hal ini mengemuka kembali dalam acara seminar Zoom bertema "Kebenaran dan Pembenaran Sejarah Minahasa" yg diselenggarakan oleh Tou Minahasa Melbourne yang dimoderatori oleh ketuanya sendiri yakni Jeffry Liando. Orang mungkin kaget dan menggeleng-gelengkan kepala, tanda takjub dan bertanya-tanya dengan keingintahuan yang besar bagi yang belum pernah tahu, atau tanda bingung dan tak menyangka bisa sebanyak itu. Bagaimana dengan pembaca budiman, yang menyebut berasal usul leluhur Minahasa? Atau malah banyak orang Minahasa tidak pernah atau tak mau tahu lagi tentang mitologi itu karena satu dan lain hal. Masing-masing punya alasan dan konteks sendiri. Ada yang karena memang tak pernah dapat info pelajaran ini di sekolah, atau ada yang pernah tahu ada sesuatu yg diangga...

Manguni: Hewan Pilihan Dewi Minerva di Romawi kuno dan Ko'ko ni Mamarimbing di Minahasa

Dr. Velen Lumowa dalam beranda Opini (MP, 21/9/2020) menulis artikel "Elegi Komunisme di Tengah Pandemi", yang mengulas dengan kritis tawaran pemikiran filsuf neo-Marxisme dan kritikus budaya asal Slovenia, Slavoj Žižek, dalam buku terbarunya: _Pandemic! Covid-19 Shakes the World_.  Bukan soal kebaruan terbit buku itu yang dikritik Valen, tapi isi buku itu sendiri yang menawarkan sebuah komunisme baru di tengah pandemi dianggap terlalu dini dan lemah. Walaupun dia seorang filsuf yang kreatif dan ada banyak tulisannya terkait Pandemi Covid-19 ini memberi wawasan segar aktual.  Menurut Valen Lumowa sebagai doktor filsafat secara linear strata 123 yang aktif menuangkan gagasan pikirannya di banyak media cetak maupun online (karena itu terjaring dan diklaim sebagai tunas baru dari para pemikir filsafati tou Minahasa oleh tokoh Kawanua senior, Max F. Wilar, penggemar tulisan sosial dan filsafat, sejak studi kependetaan di STFT Jakarta), lewat buku terbarunya itu, Žižek berhasil me...

Leluhur Minahasa: Keyakinan Mitologi, Teori, dan Pembuktiannya

*Leluhur Minahasa: Keyakinan Mitologi, Teori, dan Pembuktiannya* ------------------------- Sembilan (9) tawaran pokok pikiran dan refleksi bagi tou Minahasa tentang Sejarah dan Budaya Minahasa "un tantu rimbengbeng", sungguh diselumuti kegelapan (JGF Riedel), khusus temuan baru yang memberi secercah cahaya terkait dengan buku _Penguasa Dinasti Han Leluhur Minahasa_ karya *Weliam H. Boseke*.  1. Sumber info pengetahuan leluhur Minahasa yang dipegang dan sudah merasuk dalam diri individu dan masyarakat Minahasa adalah kisah Lumimuut-Toar. Kisah ini telah menjadi sebuah keyakinan akan benarnya asal usul leluhur, sedemikian rupa sikap tersebut memengaruhi hidup dan paradigma berpikir terkait keyakinan tersebut. (Bdk. Bert Supit, 1986)  2. Namun demikian, dokumentasi kisah ini paling awal saja mencapai 92 versi, dan pada tahun 1970-an menjadi lebih dari 100 versi karena kemungkinan karena pengaruh teori2 migrasi yang bermunculan pada masa itu. (Denni Pinontoan dan Bode Talumewo dl...