Waruga oh kasiang rumah jiwa leluhur Minahasa

Rumah Jiwa
Terkapar
Terhempas

Hanya puing
Berserakan
Tiada arti
Minus nilai

Apa apa apa
Siapa siapa siapa

Kembung perut
Terburai pamer
Congkak otot
Pendek akal
Kurang adab

Apa apa
Siapa siapa

Adoh kurang modapa toki stow
Baru sadar dan tergerak
Bergerak
Terlambat sudah
Kini kau sadari?

Oh rumah jiwa
Apa siapa

Lirih diakui
Sosok sejarah
Ada menjadi
Keluar dari kandung bunda
Kembali ke rahim semesta
Lingkaran hidup mati
Peradaban tou Minahasa

Lampau tak tak tergantikan
Kini rusak dirusak menghilang
Masa depan generasi
Hendak kau sambut dengan apa?

Oh rumah jiwa...
Mengapa
Bagaimana

Untuk apa semuannya?
Generasi di depan
Akan menjawab
Menagih atau
Melupakan?

Mestikah memilih
Bila kepastian itu
Melekat nurani tulus?

Apa yang akan terjadi nanti
Jawaban ditentukan sekarang!
Siapa mesti menjawab?

@@@@@@@

Coretan di atas adalah jawaban nurani atas gugatan pelbagai lapisan masyarakat dan para tokohnya, salah satunya terungkap dalam satir yang ditulis oleh tokoh kawakan kawanua di perantauan. Max Wilar menulis:

KUNJUNGILAH: "Daerah Tujuan Wisata" terkini di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Waruga Kina'angkoan dan Waruga Pinandean di desa Kawangkoan dan Kuwil, Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara telah digusur secara tidak patut. Sila beri rapor Anda tentang penjaga peradaban Tou Minahasa.
#SaveWaruga

Comments

Popular posts from this blog

Arti dan Sejarah Fam Minahasa: WAYONG

"Bahasa menunjukkan bangsa"

Burung Manguni dan Local Wisdom Leluhur Minahasa