Kisah Adam dan Hawa dan Mitologi Manusia Pertama Minahasa
Tabea
Tabae
Senang rasanya bisa mencari tahu lebih dalam identitas kita manusia Minahasa. Gnouti sauton, kenalilah dirimu, kata filsuf Yunani kuno. Mengenali identitas diri adalah bagian penting mencari landasan dan arah pembangunan manusia seutuhnya.
Sesungguhnya kita mesti jujur dan terbuka bertanya, siapa dan darimana asal usul leluhur Minahasa?Ada banyak teori dan versinya. Malah tentang cerita Toar Lumimuut yang sudah melegenda itu di kalangan masyarakat, ternyata ada lebih banyak versi bahkan mencapai seratus versi.
Cerita mana yang benar dan salah? Para ahli menyebutnya sebagai mitos atau cerita yang tidak mesti bisa dibuktikan benar tidak fakta kejadiannya. Bukan soal benar salah. Karena itulah salah satu tahap perkembangan dalam peradaban manusia. Inilah jaman di mana mitologi menjadi sebuah cara untuk menjelaskan realitas. Pada jaman masyarakat saat itu, begitulah yang ada dalam pemahaman dan itulah yang mempengaruhi pola pikir, pola rasa, dan tindakannya.
Nah, dalam tahap akal budi sudah lebih berkembang, kemampuan berpikir kritis dan logis semakin berkembang. Orang mulai mempertanyakan segala sesuatu yang dianggapnya tidak jelas, meragukan, dan tak logis. Apalagi bersamaan dengan agama-agama wahyu mulai dianut masyarakat, maka muncullah penjelasan-penjelasan teologis yang turut mempengaruhi masyarakat.
Misalnya legenda Toar Lumimuut kemudian berusaha dimirip-miripkan dengan cerita penciptaan manusia pertama dalam Alkitab dan Alquran, yakni Adam dan Hawa. Namun tetap tidak pas juga. Apalagi ada versi yang mengatakan bahwa Toar adalah anak dari Lumimuut. Jelas ini bertentangan dengan ajaran agama. Memang ada beberapa legenda di suku2 nusantara bercerita tentang perkawinan anak dan ibunya. Benarkah demikian? Jangan2 hanyalah cerita mitologis yang dibuat oleh pihak tertentu untuk memperlemah bahkan merendahkan derajat masyarakatnya.
Nah, buku ini kiranya memberi jawaban berbeda yang menyangkal atau memfalsifikasi dua pernyataan dalam mitos itu:
1. Bahwa Toar dan Lumimuut bukanlah tokoh rekaan dalam mitologi, melainkan sungguh ada dalam sejarah dan terhubung dengan cerita dalam dinasti Han seputar abad ke-3 Masehi, semasa perang tiga kerajaan Sam Kok.
2. Bahwa Toar bukanlah anak dari Lumimuut, dan Lumimuut bukanlah ibu dari Toar.
Kita sudah tahu ada analisis SWOT (Strength, Weakness, Oportunity, Threat). Saya perkenalkan proposal baru dalam managemen sumber daya manusia, yakni analisis SOAR (Strength, Opportunity, Aspiration, Result). Analisis pertama kiranya tetap perlu untuk memetakan realitas internal dan ekternal. Sedangkan analisis kedua melengkapi dan makin dibutuhkan untuk membangun sikap dan perilaku manusia yang positif dan optimis dengan visi misi jelas. Bukan kebetulan saya menyatakan hal ini pas di masa Paskah. Kita adalah manusia pemenang karena Kristus sudah mengalahkan kematian dengan wafatNya di salib, Kristus sudah memulihkan kehidupan dengan kebangkitanNya...maka dengan optimis dan penuh sukacita iman harap kasih, kita berseru Maranatha: datanglah ya, Tuhan, dalam kemuliaan.
Dalam semangat kemenangan spiritual dan kerinduan untuk mengenali kepribadian tou Minahasa inilah, saya hendak menggaris bawahi bagaimana kita menyambut buku ini. Judulnya saja memang sudah sangat tegas dan progresif, menimbulkan kebanggaan dan keunggulan manusia Minahasa. Penguasa Dinasti Han, LELUHUR MINAHASA.
Terimakasih kepada penulis, Weliam Hendrik Boseke, yang sudah membuat penelitian dengan biaya mandiri, menghabiskan waktu dan energi, didorong oleh rasa ingin tahu, dan cinta pd tou Minahasa dengan budayanya. Salah satu unsur penting dari budaya peradaban adalah bahasa, yang menjadi pendekatan penelitian dan buku ini.
Selamat bagi kita semua warga tou Minahasa dan siapapun yang berusaha mengenali dan mencintai identitas dirinya. Terimakasih juga Prof. Perry Rumengan dan semua pihak yg sudah secara khusus menghantar temuan penelitian ini ke pentas akademis di tingkat nasional.
(Sumber: Sambutan Walikota Tomohon dalam acara dialog kebudayaan dalam bedah buku Leluhur Minahasa 9 April 2018)
Tabae
Senang rasanya bisa mencari tahu lebih dalam identitas kita manusia Minahasa. Gnouti sauton, kenalilah dirimu, kata filsuf Yunani kuno. Mengenali identitas diri adalah bagian penting mencari landasan dan arah pembangunan manusia seutuhnya.
Sesungguhnya kita mesti jujur dan terbuka bertanya, siapa dan darimana asal usul leluhur Minahasa?Ada banyak teori dan versinya. Malah tentang cerita Toar Lumimuut yang sudah melegenda itu di kalangan masyarakat, ternyata ada lebih banyak versi bahkan mencapai seratus versi.
Cerita mana yang benar dan salah? Para ahli menyebutnya sebagai mitos atau cerita yang tidak mesti bisa dibuktikan benar tidak fakta kejadiannya. Bukan soal benar salah. Karena itulah salah satu tahap perkembangan dalam peradaban manusia. Inilah jaman di mana mitologi menjadi sebuah cara untuk menjelaskan realitas. Pada jaman masyarakat saat itu, begitulah yang ada dalam pemahaman dan itulah yang mempengaruhi pola pikir, pola rasa, dan tindakannya.
Nah, dalam tahap akal budi sudah lebih berkembang, kemampuan berpikir kritis dan logis semakin berkembang. Orang mulai mempertanyakan segala sesuatu yang dianggapnya tidak jelas, meragukan, dan tak logis. Apalagi bersamaan dengan agama-agama wahyu mulai dianut masyarakat, maka muncullah penjelasan-penjelasan teologis yang turut mempengaruhi masyarakat.
Misalnya legenda Toar Lumimuut kemudian berusaha dimirip-miripkan dengan cerita penciptaan manusia pertama dalam Alkitab dan Alquran, yakni Adam dan Hawa. Namun tetap tidak pas juga. Apalagi ada versi yang mengatakan bahwa Toar adalah anak dari Lumimuut. Jelas ini bertentangan dengan ajaran agama. Memang ada beberapa legenda di suku2 nusantara bercerita tentang perkawinan anak dan ibunya. Benarkah demikian? Jangan2 hanyalah cerita mitologis yang dibuat oleh pihak tertentu untuk memperlemah bahkan merendahkan derajat masyarakatnya.
Nah, buku ini kiranya memberi jawaban berbeda yang menyangkal atau memfalsifikasi dua pernyataan dalam mitos itu:
1. Bahwa Toar dan Lumimuut bukanlah tokoh rekaan dalam mitologi, melainkan sungguh ada dalam sejarah dan terhubung dengan cerita dalam dinasti Han seputar abad ke-3 Masehi, semasa perang tiga kerajaan Sam Kok.
2. Bahwa Toar bukanlah anak dari Lumimuut, dan Lumimuut bukanlah ibu dari Toar.
Kita sudah tahu ada analisis SWOT (Strength, Weakness, Oportunity, Threat). Saya perkenalkan proposal baru dalam managemen sumber daya manusia, yakni analisis SOAR (Strength, Opportunity, Aspiration, Result). Analisis pertama kiranya tetap perlu untuk memetakan realitas internal dan ekternal. Sedangkan analisis kedua melengkapi dan makin dibutuhkan untuk membangun sikap dan perilaku manusia yang positif dan optimis dengan visi misi jelas. Bukan kebetulan saya menyatakan hal ini pas di masa Paskah. Kita adalah manusia pemenang karena Kristus sudah mengalahkan kematian dengan wafatNya di salib, Kristus sudah memulihkan kehidupan dengan kebangkitanNya...maka dengan optimis dan penuh sukacita iman harap kasih, kita berseru Maranatha: datanglah ya, Tuhan, dalam kemuliaan.
Dalam semangat kemenangan spiritual dan kerinduan untuk mengenali kepribadian tou Minahasa inilah, saya hendak menggaris bawahi bagaimana kita menyambut buku ini. Judulnya saja memang sudah sangat tegas dan progresif, menimbulkan kebanggaan dan keunggulan manusia Minahasa. Penguasa Dinasti Han, LELUHUR MINAHASA.
Terimakasih kepada penulis, Weliam Hendrik Boseke, yang sudah membuat penelitian dengan biaya mandiri, menghabiskan waktu dan energi, didorong oleh rasa ingin tahu, dan cinta pd tou Minahasa dengan budayanya. Salah satu unsur penting dari budaya peradaban adalah bahasa, yang menjadi pendekatan penelitian dan buku ini.
Selamat bagi kita semua warga tou Minahasa dan siapapun yang berusaha mengenali dan mencintai identitas dirinya. Terimakasih juga Prof. Perry Rumengan dan semua pihak yg sudah secara khusus menghantar temuan penelitian ini ke pentas akademis di tingkat nasional.
(Sumber: Sambutan Walikota Tomohon dalam acara dialog kebudayaan dalam bedah buku Leluhur Minahasa 9 April 2018)
Comments
Post a Comment